Melihat Tradisi Ma’nene Toraja

Jika kalian pernah mendengar tradisi Ma’nene Toraja, hal yang pertama kalian rasakan pastinya ngeri. Namun setelah itu kalian bisa semakin penasaran untuk melihatnya secara langsung. Kalian bisa melihat pada akhir masa panen atau sekitar bulan agustus. Karena budaya ini dilakukan agar tandah dan ladang perkebunan menjadi lebih subur dan hasil panen yang semakin baik dan cepat. Pada saat budaya itu dilakukan kalian dapat dengan mata telanjang melihat mayat yang sudah berupa mumi diarak mengelilingi kampung. Mayat tersebut akan dirias dengan pakaian yang layaknya manusia yang masih hidup. Namun ternyata kita tidak bisa secara langsung melihat budaya mayat hidup ini secara awam. Ada beberapa fakta yang harus kita ketahui.

Dalam tradisi Ma’nene Toraja mayat yang diarak akan didampingi oleh pihak keluarga. Istilah ma’nene sendiri diambil karena mengibaratkan mayat atau arwah yang pulang kerumahnya. Ada beberapa fakta yang harus kita ketahui
• Sejarah Mayat Berjalan – pada jaman dahulu ada seorang pemburu yang masuk hutan untuk mencari hewan buruan. Saat berada didalam hutan pemburu tersebut menemukan mayat yang sudah menjadi tulang belulang. Kemudian dengan niatan hati yang baik, pemburu tersebut merawat mayat dan memasukan kedalam goa di dalam tebing. Setelah kejadian itu pemburu bak mendapat keberuntungan. Setiap berburu pasti akan mendapat hewan buruan yang banyak dan saat keluar rumah ladang yang digarapnya akan lebih cepat untuk dipanen. Dari situ si pemburu selalu membawa mayat yang dirawatnya tadi pergi berburu. Mulai dari situ masyarakat sering melakukan budaya tersebut.

• Pasangan dalam budaya Ma’nene – jika seorang pasangan suami istri salah satunya meninggal maka yang ditinggal tidak boleh untuk menikah lagi sebelum mengadakan upacara Ma’nene. Setelah upacara itu berlangsung maka pasangan yang ditinggal akan dianggap bujangan dan boleh untuk menikah kembali.
Hal yang menarik dari tradisi Ma’nene Toraja adalah mayat yang diarak dan merupakan hal yang biasa untuk masyarakat Toraja. Mereka akan bersikap biasa saja jika melihat mayat yang berdiri ditengah jalan dengan pakaian lengkap walaupun wujudnya sudah seperti mumi. jika kalian pertama kali menjumpai budaya ini pasti kalian mengira ada orang tua berambut uban dengan kulit keriput berjalan ditengah jalan. Namun setelah di datangi orang tersebut akan berwujud mayat.

Kalian yang memiliki hobi fotografi dapat mengabadikan momen ini dengan bagus. Karena hal ini sangat langka terjadi di daerah luar Toraja. Atau kalian bisa menanyakan lebih lanjut tentang cerita dari kepala adat atau kelurga jenazah. Dari situ kalian akan lebih mengenal tradisi Ma’nene Toraja. Jadi kalian akan mendapat pengalaman dan pengetahuan yang banyak dari berkunjung ke Tana Toraja.

Bagi anda yang ingin berwisata ingin melihat keunikan budaya di tana toraja, bisa hubungi penyedia Explore Toraja untuk kesini.

author
Author: 
    Paket Wisata Murah Jogja, Alun-Alun Kidul Jogja
    Paket Wisata Murah Jogja, Alun-Alun Kidul Jogja

    4 Mitos Legendaris Tentang Pohon Beringin Alun-Alun

    Leave a reply "Melihat Tradisi Ma’nene Toraja"

    Must read×

    Top