Kurus, Bebas Resiko Kolesterol Tinggi ?

Kolesterol tinggi , satu resiko kesehatan yang saat ini begitu ditakuti oleh masyarakat . Namun, rupanya masih ada beberapa anggapan yang keliru mengenai resiko ini . Ada beberapa yang menganggap bahwa kolesterol tinggi hanya menghantui orang gemuk saja, sementara orang yang kurus dianggap “aman” . Anggapan lainnya , kolesterol tinggi bisa diatasi dengan diet ketat . Benarkah anggapan tersebut ?

Apakah hanya orang gemuk yang berpotensi akan Kolesterol tinggi ?

Umumnya, terdapat pandangan bahwa orang gemuklah yang paling beresiko terhadap tingkat kolesterol yang tinggi , Penyakit Jantung atau Hipertensi . Namun, tahukah Anda bahwa ternyata orang kurus pun tidak luput dari resiko yang sama?

Apakah manfaat Kolesterol bagi manusia?

Kolesterol dalam jumlah normal , sangat bermanfaat bagi manusia . Kolesterol dibutuhkan oleh tubuh diantaranya menyusun struktur membran sel, sebagai pelindung kulit dari racun dan kekeringan kulit, prekursor hormon steroid, prekursor asam empedu, dan pembentukan vitamin D (bersama sinar UV). Namun apabila jumlahnya tidak sesuai maka akan menyebabkan gangguan-gangguan kesehatan.

Mengapa orang kurus juga bisa mengidap Kolesterol tinggi?

Perbedaan antara kurus dan gemuk adalah banyaknya lapisan lemak dibawah kulit sedangkan kolesterol adalah lemak yang berada dalam darah . Kesimpulannya , bisa saja orang kurus memiliki kolesterol tinggi.

Sebuah penelitian terhadap 1.101 relawan wanita di Mayo Clinic, Amerika Serikat dengan kisaran umur 41 tahun mengungkapkan bahwa 54 persen relawan dengan bobot tubuh normal (tidak termasuk kategori obesitas) tetapi kadar kolesterol mereka justru mencapai 30 persen di atas normal.

Apakah orang kurus boleh bebas makan makanan berlemak tinggi?

Menurut American Heart Association (AHA) orang kurus justru lebih beresiko akan kolesterol tinggi , karena umumnya mereka menganggap “aman” terhadap penyakit ini .Orang kurus cenderung “merasa aman” mengkonsumsi makanan dengan lemak jenuh (lemak hewani) dan lemak trans. Bila konsumsi makanan ini berlangsung dalam jangka panjang, kadar kolesterol dalam tubuh akan dengan mudah meningkat dengan segala resikonya

Kalau kolesterol tinggi , diet ketat saja.

Secara alami , 70-80% kebutuhan Kolesterol diproduksi sendiri oleh tubuh melalui organ hati.Asupan kolesterol melalui makanan berkisar 20-30% dari kebutuhan kolesterol. Hal ini menjelaskan bahwa kadar kolesterol yang tinggi seringkali tidak bisa dikoreksi semata-mata dengan diet makanan secara ketat . Diet ketat tanpa pendampingan dari ahli gizi dikhawatirkan akan membawa dampak kesehatan yang lebih buruk .

Apakah bahaya dari kolesterol tinggi?

Kadar kolesterol yang tinggi dalam darah menyebabkan aliran darah menjadi kental karena banyak mengandung lemak. Lemak-lemak tersebut dapat menumpuk pada dinding pembuluh darah dan mengganggu kelancaran peredaran darah. Akibatnya, pembuluh darah menyempit dan mengganggu aliran oksigen dalam tubuh.

Bagaimana cara mencegahnya?

Kami anjurkan untuk :

  1. Kenali kandungan nutrisi pada makanan yang dikonsumsi.Hal ini untuk dapat mempertahankan konsumsi makanan dengan kadar gizi seimbang .
  2. Langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa Anda secara rutin melakukan pemeriksaan General Medical Check Up secara rutin . General Medical Check Up adalah pemeriksaan awal untuk mengetahui adanya penyakit yang potensial berbahaya bagi kesehatan kita . Pada pemeriksaan General Medical Check Up , kita bisa mengetahui diantaranya adalah Profil lemak yang didalamnya mencakup kolesterol LDL (jahat), kolesterol HDL (baik), dan Trigliserida serta Apo B.
author
Author: 
    5 cara alami untuk menurunkan tekanan darah Anda

    6. Belajar Mengelola Stres
    Stres adalah pendorong

    Leave a reply "Kurus, Bebas Resiko Kolesterol Tinggi ?"

    Must read×

    Top